Bagi orang tua baru, momen menyendawakan bayi setelah menyusu adalah ritual yang tak terpisahkan dari keseharian. Suara "sendawa" kecil dari si buah hati seringkali menjadi tanda kelegaan bahwa proses menyusu telah selesai dengan sempurna. Namun, seiring bertambahnya usia bayi, banyak orang tua mulai bertanya-tanya: Hingga usia berapa bayi wajib disendawakan secara rutin? Apakah kebiasaan ini harus dilakukan selamanya, atau ada titik di mana sistem pencernaan bayi sudah cukup kuat untuk mengatasinya sendiri?
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai durasi ideal menyendawakan bayi, alasan medis di baliknya, hingga tanda-tanda kapan Anda bisa mulai mengurangi intensitasnya.
Mengapa Bayi Perlu Disendawakan?
Sebelum menjawab pertanyaan mengenai usia, penting untuk memahami fungsi di balik sendawa. Bayi memiliki sistem pencernaan yang belum matang. Saat menyusu, baik melalui payudara (ASI) maupun botol (susu formula), bayi seringkali menelan udara bersamaan dengan cairan. Fenomena ini disebut aerofagia.
Jika udara tersebut terjebak di dalam lambung, bayi akan merasa tidak nyaman, perut kembung, hingga menjadi rewel. Mengeluarkan udara tersebut melalui sendawa membantu:
- Mencegah Kolik: Mengurangi gas yang menyebabkan tekanan pada perut.
- Mengurangi Gumoh (Spit-up): Udara yang terperangkap di bawah susu seringkali "mendorong" susu kembali ke atas saat udara tersebut naik.
- Memperbaiki Kualitas Tidur: Bayi yang perutnya nyaman cenderung tidur lebih nyenyak dan lama.
Hingga Usia Berapa Bayi Wajib Disendawakan?
Secara umum, para ahli pediatrik menyarankan agar bayi disendawakan secara rutin hingga usia 4 sampai 6 bulan.
Mengapa rentang usia ini menjadi patokan? Berikut adalah alasannya:
1. Kematangan Otot Kerongkongan
Pada usia 4-6 bulan, otot sfingter esofagus bagian bawah (katup antara kerongkongan dan lambung) mulai menguat. Hal ini mengurangi risiko naiknya kembali isi lambung ke atas.
2. Kemampuan Motorik yang Meningkat
Sekitar usia 6 bulan, bayi biasanya sudah mulai belajar duduk sendiri atau setidaknya memiliki kontrol leher dan punggung yang kuat. Posisi tubuh yang lebih tegak secara alami membantu udara keluar dari sistem pencernaan tanpa perlu bantuan tepukan manual dari orang tua.
3. Mulai Mengonsumsi MPASI
Saat bayi memasuki masa Makanan Pendamping ASI (MPASI), tekstur makanan yang lebih padat dibandingkan susu cair juga memengaruhi cara kerja lambung dalam memproses gas.
Tanda-Tanda Bayi Sudah Tidak Perlu Disendawakan Sering-Sering
Meskipun usia 4-6 bulan adalah patokan umum, setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Anda bisa mulai mengurangi rutinitas sendawa jika melihat tanda-tanda berikut:
- Bayi Bisa Menyendawa Sendiri: Anda menyadari bahwa bayi bersendawa secara alami saat Anda mendudukkannya setelah menyusu tanpa perlu ditepuk-tepuk.
- Aktivitas Fisik Meningkat: Bayi sudah mulai aktif berguling, merangkak, atau duduk tegak. Gerakan tubuh ini secara alami memijat perut dan membantu keluarnya gas.
- Jarang Gumoh: Intensitas gumoh berkurang drastis seiring bertambahnya usia.
- Menyusu dengan Lebih Tenang: Bayi sudah lebih mahir dalam melakukan latching (pelekatan) sehingga udara yang tertelan saat menyusu jauh lebih sedikit.
Sambil menunggu si kecil mencapai usia matang, pastikan Anda melakukan teknik sendawa yang benar untuk kenyamanan maksimal:
Tips Ahli: Jika dalam 5-10 menit bayi tidak kunjung bersendawa dan ia tampak tenang, kemungkinan besar tidak ada udara yang terjebak. Anda tidak perlu memaksanya.
Bagaimana Jika Bayi Masih Rewel Setelah Usia 6 Bulan?
Beberapa bayi mungkin masih membutuhkan bantuan untuk bersendawa hingga usia 7 atau 9 bulan, terutama jika mereka memiliki kondisi medis tertentu seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau sensitivitas saluran cerna yang tinggi.
Jika bayi Anda sudah berusia di atas 6 bulan namun tetap menunjukkan tanda-tanda berikut, konsultasikan dengan dokter anak:
- Sangat rewel setiap kali selesai makan/menyusu.
- Melengkungkan punggung seperti kesakitan.
- Muntah yang menyemprot (bukan sekadar gumoh biasa).
- Berat badan sulit naik.
Menyendawakan bayi adalah bagian penting dari perawatan bayi baru lahir, namun ini bukanlah kewajiban permanen. Usia 4 hingga 6 bulan adalah masa transisi di mana sistem pencernaan bayi mulai mandiri. Kuncinya adalah observasi; jika bayi Anda tampak nyaman, aktif bergerak, dan tidak lagi sering gumoh, Anda bisa mulai melepaskan ritual ini secara bertahap.
Ingatlah bahwa setiap perjalanan tumbuh kembang anak adalah unik. Berikan waktu bagi si kecil untuk menyesuaikan diri dengan tubuhnya yang sedang tumbuh pesat.
--- noiceverse ---

