Tanda Bayi Sudah Mulai Bisa Mengeluarkan Gas Sendiri Tanpa Bantuan


Bulan-bulan pertama kehidupan bayi biasanya diisi dengan ritual "tepuk-tepuk punggung" setelah menyusu. Menyendawakan bayi adalah kewajiban untuk mencegah perut kembung, kolik, dan gumoh. Namun, seiring berjalannya waktu, orang tua akan menyadari bahwa si kecil mulai jarang memerlukan bantuan untuk bersendawa.

Kapan masa itu tiba? Dan apa saja tanda bayi sudah mulai bisa mengeluarkan gas sendiri? Memahami fase transisi ini sangat penting agar orang tua tidak lagi khawatir berlebihan mengenai kesehatan pencernaan buah hati.
Mengapa Bayi Awalnya Butuh Bantuan Mengeluarkan Gas?

Secara anatomi, bayi baru lahir memiliki saluran pencernaan yang masih sangat muda. Katup antara kerongkongan dan lambung belum berfungsi sempurna, dan otot-otot perut mereka belum cukup kuat untuk mendorong udara keluar secara efisien. Itulah sebabnya gas sering terjebak di dalam, menyebabkan rasa tidak nyaman yang hebat.


Seiring bertambahnya usia, koordinasi antara otot pernapasan, kerongkongan, dan lambung meningkat. Bayi mulai belajar bagaimana mengontrol tekanan perut mereka sendiri.
Tanda-Tanda Bayi Sudah Bisa Mengeluarkan Gas Secara Mandiri

Biasanya, kemampuan ini muncul secara bertahap antara usia 4 hingga 6 bulan. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan:
1. Kemampuan Motorik Kasar yang Meningkat
Tanda paling jelas adalah saat bayi sudah mulai bisa berguling (rolling over), duduk dengan bantuan, atau melakukan tummy time dengan durasi yang lebih lama. Gerakan aktif ini secara alami memberikan tekanan pada area perut yang membantu memicu keluarnya gas (baik melalui sendawa maupun buang angin) tanpa perlu bantuan tepukan tangan Anda.

2. Jarang Terlihat Gelisah Setelah Menyusu
Pada bulan-bulan awal, bayi yang butuh sendawa biasanya akan menggeliat, menarik kaki ke arah perut, atau menangis segera setelah menyusu. Jika kini bayi Anda tampak santai, tenang, atau bahkan langsung tertidur nyaman setelah menyusu tanpa bersendawa, itu tandanya sistem pencernaannya sudah lebih efektif memproses udara.

3. Sendawa Terjadi Secara Spontan
Pernahkah Anda baru saja mendudukkan bayi setelah menyusu dan tiba-tiba ia mengeluarkan suara sendawa sendiri? Jika ini sering terjadi, berarti otot-otot tubuhnya sudah mampu mengatur tekanan udara di lambung secara mandiri.

4. Frekuensi Gumoh yang Berkurang
Gumoh (spit-up) sering kali dipicu oleh udara yang terjebak di bawah cairan susu. Saat udara itu naik, susu ikut terdorong keluar. Jika frekuensi gumoh si kecil berkurang drastis, ini indikator bahwa katup lambungnya sudah lebih kuat dan ia mampu memisahkan udara dari cairan dengan lebih baik.

5. Bayi Lebih Mahir Menyusu (Latching)
Bayi yang sudah lebih besar biasanya memiliki teknik menyusu yang lebih baik. Mereka tidak lagi banyak menelan udara (aerophagia) saat menghisap ASI atau botol. Karena udara yang masuk lebih sedikit, kebutuhan untuk disendawakan secara manual pun berkurang.


Faktor yang Mempercepat Bayi Bisa Buang Gas Sendiri
Beberapa hal dapat membantu si kecil lebih cepat mencapai kemandirian dalam urusan gas perut:
  • Tummy Time yang Rutin: Latihan tengkurap membantu memperkuat otot inti (core) bayi, yang sangat krusial untuk mendorong gas keluar.
  • Pemberian MPASI: Saat bayi mulai makan makanan padat (usia 6 bulan), struktur usus dan cara kerja otot pencernaan akan berubah menjadi lebih matang.
  • Posisi Menyusu yang Tegak: Menyusui dalam posisi kepala lebih tinggi dari perut memudahkan gas naik ke atas secara alami.

Tabel Perbandingan: Bayi Baru Lahir vs Bayi 6 Bulan+



Kapan Harus Tetap Membantu Bayi Bersendawa?
Meskipun bayi sudah menunjukkan tanda-tanda mandiri, ada kondisi tertentu di mana Anda tetap harus turun tangan:
  • Jika Bayi Menangis Saat Menyusu: Ini tanda ada udara yang terjebak di tengah proses makan.
  • Bayi dengan Riwayat Refluks (GERD): Bayi dengan kondisi ini mungkin butuh bantuan lebih lama (hingga usia 9-12 bulan) untuk memastikan lambung benar-benar kosong dari gas.
  • Sebelum Tidur Malam: Untuk memastikan tidur yang berkualitas, menyendawakan bayi sebelum diletakkan di kasur tetap disarankan agar ia tidak terbangun karena perut kembung.

Melihat bayi bisa mengeluarkan gas sendiri adalah salah satu milestone kecil yang melegakan. Ini menandakan bahwa sistem tubuhnya tumbuh dengan sehat dan kuat. Secara umum, setelah usia 6 bulan, rutinitas menyendawakan bayi tidak lagi menjadi kewajiban yang kaku, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Perhatikan bahasa tubuh bayi Anda. Jika ia aktif, ceria, dan tidak menunjukkan tanda kesakitan di area perut, berarti ia sudah sukses melewati fase "wajib sendawa".

--- noiceverse ---