Bagi orang tua baru, tidak ada yang lebih menguras energi selain melihat bayi menangis histeris di tengah malam. Salah satu penyebab paling umum bayi terbangun dengan kondisi rewel, kaki menendang-nendang, dan perut yang terasa keras adalah gas yang terperangkap.
Masalah gas atau perut kembung sering kali memuncak di malam hari karena sistem pencernaan bayi yang masih belum matang harus bekerja ekstra memproses susu yang dikonsumsi sepanjang hari. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa gas mengganggu tidur bayi dan bagaimana solusi praktis agar si kecil (dan Anda) bisa tidur lebih nyenyak.
Mengapa Gas Selalu Menyerang di Malam Hari?
Secara medis, bayi lebih rentan terhadap gas karena saluran pencernaan mereka sedang mengalami fase perkembangan yang pesat. Ada beberapa alasan mengapa gas menjadi "musuh" tidur malam:
- Akumulasi Sepanjang Hari: Udara yang tertelan saat menyusu atau menangis di siang hari sering kali menumpuk dan baru mencapai usus besar pada malam hari.
- Sistem Saraf yang Belum Matang: Bayi belum sepenuhnya tahu bagaimana cara mengendurkan otot anus sambil menekan otot perut untuk mengeluarkan gas.
- Refluks Alami: Saat bayi berbaring datar untuk tidur, gas dan asam lambung lebih mudah naik, menyebabkan rasa tidak nyaman atau heartburn.
Tanda Bayi Rewel Akibat Gas (Bukan Karena Lapar)
Seringkali orang tua salah mengira tangisan gas sebagai tanda lapar. Memberi susu saat perut bayi penuh gas justru dapat memperburuk keadaan. Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Bayi menarik kaki ke arah dada secara mendadak.
- Wajah memerah dan mengejan seperti hendak buang air besar.
- Perut terasa kencang atau berbunyi "puk-puk" seperti gendang saat ditepuk ringan.
- Tangisan yang bernada tinggi dan sulit ditenangkan dengan gendongan biasa.
Tips Ampuh Agar Bayi Tidur Nyenyak Tanpa Gangguan Gas
Untuk mengatasi bayi rewel di malam hari, Anda memerlukan kombinasi antara teknik pencegahan dan penanganan langsung.
1. Lakukan "The Magic Burp" Sebelum Tidur
Jangan terburu-buru menidurkan bayi setelah sesi menyusu terakhir. Pastikan bayi bersendawa setidaknya dua kali. Cobalah teknik menyendawakan yang berbeda, seperti memposisikan bayi duduk di pangkuan dengan badan sedikit condong ke depan. Posisi ini membantu membuka saluran udara lebih lebar dibandingkan hanya menyandarkannya di pundak.
2. Gerakan "Bicycle Legs" (Kaki Bersepeda)
Jika bayi terbangun sambil menangis karena gas, baringkan ia terlentang dan gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini secara mekanis membantu memindahkan gelembung gas melalui lekukan usus sehingga lebih mudah dikeluarkan sebagai buang angin (kentut).
3. Pijatan Perut ILU (I Love You)
Pijatan lembut pada perut dapat menstimulasi gerak peristaltik usus. Gunakan minyak telon atau baby oil yang hangat:
- I: Urut lurus dari bawah tulang rusuk kiri bayi ke arah lipat paha.
- L: Urut membentuk huruf L terbalik dari sisi kanan perut ke sisi kiri, lalu turun.
- U: Urut membentuk huruf U terbalik dari perut kanan bawah, naik ke atas, lalu turun ke perut kiri bawah.
4. Perhatikan Posisi Tidur (Safe Sleep)
Meskipun posisi miring terkadang membantu mengeluarkan gas, posisi tidur terlentang tetaplah yang paling aman untuk mencegah SIDS. Untuk menyiasatinya, Anda bisa meninggikan bagian atas kasur bayi (hanya sedikit, sekitar 15 derajat) dengan meletakkan penyangga di bawah kasur (bukan di bawah kepala bayi) agar posisi kepala lebih tinggi dari lambung.
Tabel: Strategi Pencegahan Gas Berdasarkan Metode Pemberian Susu
Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun rewel karena gas adalah hal normal, Anda harus waspada jika gejala disertai dengan hal berikut:
- Demam tinggi.
- Terdapat darah pada kotoran bayi.
- Muntah hijau atau muntah menyemprot yang sangat sering.
- Bayi tampak lesu dan tidak mau menyusu sama sekali.
- Dokter mungkin akan memeriksa apakah bayi memiliki intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, atau kondisi medis lainnya.
Mengatasi bayi rewel di malam hari karena gas memang membutuhkan kesabaran ekstra. Kabar baiknya, seiring bertambahnya usia bayi (biasanya setelah melewati usia 4 bulan), sistem pencernaan mereka akan semakin kuat dan frekuensi masalah gas ini akan berkurang dengan sendirinya.
Dengan menerapkan teknik sendawa yang benar, memberikan pijatan rutin, dan menjaga posisi menyusu yang tepat, Anda dapat membantu si kecil melewati malam dengan lebih tenang. Ingatlah bahwa bayi yang nyaman adalah kunci untuk tidur malam yang berkualitas bagi seluruh anggota keluarga.
--- noiceverse ---

